Rabu, 28 Juli 2021

Viral Panic Attack

 Di masa pandemi seperti ini, sudah menjadi hal wajar apabila banyak yang mengalami panic attack.

Apa sih panic attack itu?

panic attack atau yang sering disebut serangan panik adalah perasaan takut atau gelisah yang muncul secara tiba-tiba. Memang, memiliki rasa panik adalah hal wajar, akan tetapi apabila kondisi ini berlebihan akan menggangu aktifitas kita.

Dilansir dari Alodokter, kondisi ini dapat memicu reaksi fisik yang ditandai dengan detak jantung bertambah cepat, sesak napas, pusing, otot menjadi tegang, atau gemetaran. Serangan panik dapat berlangsung selama beberapa menit atau hingga setengah jam.

Dalam banyak kasus, serangan panik akan menyerang tiba-tiba tanpa peringatan apapun. Hal ini dipicu oleh salah satu kondisi ketika anda merasa terancam bahaya dan tidak dapat melarikan diri.

Baru-baru ini masyarakat Indonesia sebagian besar mengalami panic attack. Hal tersebut dipicu oleh penyebaran covid yang semakin agresif serta lonjakan kematian yang cukup tinggi.

Banyak sekali cara yang dilakukan orang-orang untuk menjaga imunitas tubuh, seperti halnya mengkonsumsi makanan sehat, minum minuman herbal, obat-obatan dan lainnya yang sekiranya dipercaya meningkatkan imun untuk mencegah terserangnya virus covid.

Salah satunya susu yang lagi viral, baru-baru ini, susu yang paling banyak diburu adalah susu bermerk Bear Brand. Susu ini sampai trending di Twitter, banyak orang mengalami panic attack mengakibatkan membelinya dalam jumlah yang besar (diborong). Susu steril asal pabrikan Swiss itu, mulai langka di pasaran. Jika pun ada, harganya tak lagi seperti sebelumnya di kisaran Rp8 ribu-Rp9 ribu. Kini menjadi Rp15 ribu.

Masyarakat percaya bahwa susu memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan tubuh, tak hanya susu, suplemen dan vitamin pun banyak diburu lantaran dipercaya bisa menangkal virus corona.

Hal ini, tak sepenuhnya salah. Akan tetapi, perilaku panic attack menimbulkan kelangkaan pada produk tersebut dan harga jualnya pun melonjak drastis.

Permasalahannya apa?

Semakin tinggi minat beli masyarakat akan produk-produk tersebut, mengakibatkan kelangkaan produk dan harga naik dipasaran.

Bisa jadi, masyarakat yang membeli dengan jumlah yang besar hanya berniat jaga-jaga saja atau ada motif "menimbun" untuk diperjualbelikan dengan harga yang tinggi.

Tapi bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkan produk tersebut? Apakah tidak mengalami kesulitan? terlebih lagi jika masyarakat dengan perekonomian yang pas-pasan.

Membeli boleh tapi harus bijak, tumbuhkan rasa empati kepada yang lain, bukan berarti kita membeli karena mampu tapi karena benar-benar butuh.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita terhindar dari pandemi ini, aamiin 🤲

Tidak ada komentar:

Posting Komentar