Rabu, 28 Juli 2021

AKU TITIP BANGSA INI PADA KALIAN

 "Kuttipkan bangsa dan negeri ini kepadamu." Itulah pesan dari salah seorang pendiri negara, Bapak proklamator Ir. Soekarno. Pesan itu bagi seorang pelajar mengandung arti bahwa kita dituntut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan. Generasi muda bangsa Indonesialah yang akan meneruskan, mempertahankan, mengelola, dan memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Telah kita ketahui bersama, dua tahun silam terdengar slogan dari Presiden RI kita saat ini Joko Widodo, yaitu Revolusi Mental. Menurut beliau, generasi bangsa Indonesia telah mengalami krisis mental, bahkan bisa dikatakan mengalami kemunduran dalam sikap dan moral dari tahun ke tahun. Program revolusi mental diharapkan mampu mengubah mentalitas masyarakat ke arah yang lebih baik.

Bukan pertarungan antar bangsa yang dialami Indonesia saat ini, perang dingin antara bangsa dengan mental anak bangsa lah yang membuat Indonesia terpuruk diambang kehancuran. Bobroknya perilaku anak bangsa saat ini sudah sangat memprihatinkan. Bukan lagi prestasi yang di bangga-banggakan, melainkan eksistensi diri dalam hal negatif.

lalu, bagaimana nasib bangsa ini?

pertanyaan ini seringkali ditanyakan, tapi siapa yang berhak memberikan jawaban. seakan pertanyaan ini selalu terlewat begitu saja, ungkapan "ya, sudahlah" menajadi akhir dari topik yang membahas hal ini. Bukan karna tak bisa menjawab tapi beragam solusi tapi tak sesuai espektasi.

siapa yang salah?

Saling menyalahkan bukanlah solusi yang tepat. Mungkin, memang tidak semua anak bangsa yang menutup mata akan hal ini. Tapi, banyak pula generasi muda yang tidak memperdulikannya. Pengaruh budaya luar yang tidak terfilter menjadi salah satu faktor rusak nya moral anak bangsa. Gadjet dan internet pun tidak bisa lepas menjadi faktor penyebab krisis mental anak bangsa.

terus, bagaimana solusinya?

Solusi utama untuk permasalahan ini adalah pada diri kita sendiri, mari perbaiki moral dan akhlak kita, kemudian ajarkan pada putra-putri kita dan anak didik kita tentang nilai-nilai moral, pendidikan akhlak serta budi pekerti luhur.

Dalam Islam pelajaran tentang akhlak-akhlak mulia sudah diajarkan , Hal ini sesuai dengan hadist nabi berikut :

Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

 “Sungguh aku diutus menjadi rasul tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak yang saleh (baik).” 

Syaikh Abdurrahman Nashir as-Sa’di rahimahullah (wafat pada 1376 H) mengatakan :

“Islam memerintahkan segala amalan kebaikan, akhlak-akhlak mulia, dan seluruh kemaslahatan manusia. Islam mengajarkan keadilan, keutamaan, kasih sayang, dan semua kebajikan". 

"Sebaliknya, Islam melarang kezaliman, penyimpangan, dan akhlak-akhlak yang tercela. Tidak ada satu sisi kebaikan pun yang dibawa oleh para nabi dan rasul melainkan syariat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menetapkannya". 

"Demikian pula, tidak ada satu maslahat pun baik duniawi maupun ukhrawi yang diseru oleh syariat nabi-nabi terdahulu melainkan syariat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga menyeru kepadanya. Demikian pula segala kerusakan, syariat Islam melarangnya dan memerintahkan agar dijauhi.”

(Ad-Durrah al-Mukhtasharah fi Mahasini ad-Dinil Islami).

Doa yang bisa di amalkan :

Dari Ziyad bin Ilaqah, dari pamannya, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selalu membaca doa,

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak-akhlak yang mungkar, dari amalan-amalan yang mungkar, dan dari hawa nafsu yang menyimpang.”

(HR. at-Tirmidzi, no. 3591, dinilai sahih oleh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi, 3/473)

Semoga dengan menanamkan nilai-nilai ajaran Islam, generasi bangsa ini menjadi lebih baik. amin. 😊

Viral Panic Attack

 Di masa pandemi seperti ini, sudah menjadi hal wajar apabila banyak yang mengalami panic attack.

Apa sih panic attack itu?

panic attack atau yang sering disebut serangan panik adalah perasaan takut atau gelisah yang muncul secara tiba-tiba. Memang, memiliki rasa panik adalah hal wajar, akan tetapi apabila kondisi ini berlebihan akan menggangu aktifitas kita.

Dilansir dari Alodokter, kondisi ini dapat memicu reaksi fisik yang ditandai dengan detak jantung bertambah cepat, sesak napas, pusing, otot menjadi tegang, atau gemetaran. Serangan panik dapat berlangsung selama beberapa menit atau hingga setengah jam.

Dalam banyak kasus, serangan panik akan menyerang tiba-tiba tanpa peringatan apapun. Hal ini dipicu oleh salah satu kondisi ketika anda merasa terancam bahaya dan tidak dapat melarikan diri.

Baru-baru ini masyarakat Indonesia sebagian besar mengalami panic attack. Hal tersebut dipicu oleh penyebaran covid yang semakin agresif serta lonjakan kematian yang cukup tinggi.

Banyak sekali cara yang dilakukan orang-orang untuk menjaga imunitas tubuh, seperti halnya mengkonsumsi makanan sehat, minum minuman herbal, obat-obatan dan lainnya yang sekiranya dipercaya meningkatkan imun untuk mencegah terserangnya virus covid.

Salah satunya susu yang lagi viral, baru-baru ini, susu yang paling banyak diburu adalah susu bermerk Bear Brand. Susu ini sampai trending di Twitter, banyak orang mengalami panic attack mengakibatkan membelinya dalam jumlah yang besar (diborong). Susu steril asal pabrikan Swiss itu, mulai langka di pasaran. Jika pun ada, harganya tak lagi seperti sebelumnya di kisaran Rp8 ribu-Rp9 ribu. Kini menjadi Rp15 ribu.

Masyarakat percaya bahwa susu memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan tubuh, tak hanya susu, suplemen dan vitamin pun banyak diburu lantaran dipercaya bisa menangkal virus corona.

Hal ini, tak sepenuhnya salah. Akan tetapi, perilaku panic attack menimbulkan kelangkaan pada produk tersebut dan harga jualnya pun melonjak drastis.

Permasalahannya apa?

Semakin tinggi minat beli masyarakat akan produk-produk tersebut, mengakibatkan kelangkaan produk dan harga naik dipasaran.

Bisa jadi, masyarakat yang membeli dengan jumlah yang besar hanya berniat jaga-jaga saja atau ada motif "menimbun" untuk diperjualbelikan dengan harga yang tinggi.

Tapi bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkan produk tersebut? Apakah tidak mengalami kesulitan? terlebih lagi jika masyarakat dengan perekonomian yang pas-pasan.

Membeli boleh tapi harus bijak, tumbuhkan rasa empati kepada yang lain, bukan berarti kita membeli karena mampu tapi karena benar-benar butuh.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita terhindar dari pandemi ini, aamiin 🤲

Mulutmu Harimaumu VS Jarimu Harimaumu


Sejak dahulu, kita seringkali mendengar pepatah, "mulutmu harimaumu," tentu pepatah ini sudah tak asing lagi untuk mengingatkan kita supaya menjaga lisan dan ucapan.

Dalam Islam pun, Rasulullah sudah mengajarkan untuk menjaga lisan (mulut).

Rasulullah bersabda :

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. Al-Bukhari).

Hal ini berarti kita di haruskan menjaga lisan (mulut) kita, agar tidak menyakiti orang lain. Sebab lisan di ibaratkan pisau, apabila salah menggunakannya akan menyakiti banyak orang.

Menurut filosof, "kata-kata yang keluar dari mulut lebih menyakitkan dari tusukan pedang." Itu benar sekali adanya, karena luka bekas tusukan pedang kemungkinan akan sembuh, tapi bagi orang yg terkena tajamnya "lidah" akan merasa sakit sepanjang hidupnya. Apalagi ucapan tetangga yg nyelkit 🤭

Bagaimana di zaman now?

Pepatah "mulutmu harimaumu" sudah tergeser dan digantikan dengan "jarimu harimaumu," bahkan berbicara melaui jari dirasa sangat kejam, ketika seseorang tidak pintar menggunakan jarinya.

mengapa demikian?

Di zaman yang serba digital ini, aktivitas mulai berpindah lewat media sosial, sehingga orang lebih banyak menggunakan smartphone untuk bersosialisasi daripada bertatap muka. Hal ini, mengakibatkan banyak orang menghabiskan waktu hanya untuk bermain handphone. Banyak orang. bisa lebih muda mengakses berita melalui media masa, meskipun berbeda negara serasa semuanya dalam satu genggaman tangan. dari mudanya fasilitas era digital banyak yang salah dalam penggunaannya, terlebih lagi untuk mengakses sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Apakah tidak boleh?

Boleh, asalkan bijak dalam penggunaannya, atau untuk hal yang penting. 

Yang tidak diperbolehkan, memakai jari jemari yg lembut untuk berkomentar negatif, menyebar berita hoax, body shiming dan menulis ujaran kebencian dan semua yang mengandung unsur SARA.

Jangan sampai, karena tombol bagikan (share) dan komentar (comment) menjerat kita karena pasal UU ITE.

Apalagi, beredar kasus bullying dan body shiming, benar, seseorang tidak berbicara menggunakan mulut tapi digantikan dengan jari, hal ini akan berakibat fatal, karena yang terserang adalah mental, bagaimana kalau orang yang kita beri komentar negatif, bisa sakit hati dan berakibat fatal.

Terus, bagaimana dengan menulis blog di media masa, apa tidak diperbolehkan?

Tentunya, hal ini berbeda konteks.

Karena menulis blog di media masa melalui tahap berpikir kritis, analisis dan saring informasi. Juga, harus mengetahui batas, mana yang diperbolehkan di tulis mana yang tidak boleh, termasuk yang tidak diperbolehkan UU. Apalagi konten yang memuat informasi pendidikan dan lainnya, akan tetapi banyak konten hoax yang merajalela, kita tidak boleh gampang percaya dengan informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. 

Bijak bermedia sosial. semangat berkarya melalui tulisan, mari banjiri internet dengan konten positif.

Salam literasi
Nur Afifah💅


Sabtu, 24 Juli 2021

Soto ibuk Nomero Uno


Kalau bahas soal soto, ah.. teringat buatan ibuku di Mojokerto, beliau memiliki resep berbeda dari yang lain, rasa khasnya tak bisa ku dapatkan di warung-warung penjual soto. 

Kenapa ya? Bisa di bilang, mungkin buatan ibuku ada cinta didalamnya.

Rindu pulang kerumah... Bertemu ibu dan minta dibuatkan soto kesukaan ku. 

Aku pernah sekali bertanya tentang resepnya, padahal resepnya sama saja dengan resep yang bertebaran di google.
Walaupun buatan ibuk biasanya ditambahkan potongan tahu biar banyak.

Maklum penghuni rumahku banyak sekali, kita sudah dibiasakan sejak kecil kalau mengambil kuah soto, potongan dagingnya harus maxi 2 biji, selebihnya tahu. 

Kenapa begitu? Ini pertanyaan ketika kecil yang tidak bisa ku kompromi, karena ketika makan soto ibuk, bawaannya pengen habiskan semua yang ada didalamnya.

"Titik-titik pokok uman kabeh"

Wejangan ibuk ketika kami mau makan, artinya "ambillah sedikit (daging) biar semua kebagian," kata tersebut selalu terngiang ketika kami makan soto ibuk yang tak ada tandingannya. 

Ternyata ada pesan tersirat didalamnya, ketika ku beranjak dewasa baru ku bisa faham ma'nanya.

Kita dibelajari saling berbagi, tidak boleh serakah walaupun rasanya enak, harus ingat saudara biar sama rasa.

Pesan itu selalu kami ingat dan selalu kami terapkan dalam hidup kami, ibuk.

Kami bangga memiliki ibuk yang selalu mengajari kami berbagi. Kami sangat menyayangimu ibuk.

Soto ibuk adalah soto terenak di dunia menurut kami anak-anaknya.

Soto yang membuat kami pulang ke kampung halaman, soto yang bisa mengingatkan kami untuk menjenguk ibuk di masa senjanya. 

Terimakasih ibuk. 
Soto buatan ibuk selalu nomero uno. 

Pantun makan soto 

Makan soto di siang hari
Paling enak dengan bapak
Kalau kita mau memperbaiki diri
Insyaallah, kan berguna di hari kelak

Makan soto bersama ibunda
Sambil makan kerupuk putih warnanya
Jagalah hati jagalah mata
Karena penyakit hati susah sembuhnya

Makan soto bareng si bungsu
Sambil makan, minum es semangka
Mari berbakti kepada bapak ibu
Supaya nanti masuklah surga

Afifah